Dark Mode
Social Media
https://www.jmiot.org/wp-content/uploads/2021/11/lattol-Lab-IoT-1024x461.jpegTol

4 komentar 100 viewoleh dalam Artikel, Design, Jasamarga, Tol

Layanan Transaksi Tol merupakan bagian dari Pengoperasian Jalan Tol, bersama Layanan Lalu lintas, dan Layanan Konstruksi. Sistem Peralatan Tol adalah implementasi teknologi pada Layanan Transaksi Tol.

Perkembangan Peralatan Tol

Kita ibaratkan sebuah toko swalayan, Layanan Lalu lintas dan Layanan konstruksi adalah rak dagangan berisikan produk yang dapat dipilih oleh konsumen. Layanan transaksi adalah kasir yang melayani setiap konsumen yang membayar produk pilihannya. Konsumen dilayani dengan ramah dan professional, diberikan kemudahan dan kenyamanan sepanjang yang bersangkutan berniat membayar.

Di sisi lain Kasir juga harus awas, tegas, namun tetap sopan dalam menghadapi konsumen yang ‘menyembunyikan’ produk untuk menghindari pembayaran. Apabila Kasir tidak dapat diandalkan, maka yang terjadi adalah ‘.. toko ramai, barang dagangan habis, tapi hasil penjualan nihil …’, toko bangkrut!  Nah, posisi Layanan transaksi dalam pengoperasian jalan tol kira-kira seperti itu.

Transaksi tol termasuk kategori mass transaction dengan ciri volume transaksinya besar, nilai per transaksi relatif kecil dan bernilai tetap, namun harus dilakukan serentak di banyak titik sekaligus. Peralatan Tol dibuat untuk memudahkan transaksi dengan model ini.

Dalam rancangan awal, peran fungsional peralatan tol adalah : (1) alat bantu pelayanan,  (2). Alat kontrol transaksi, dan (3) alat bantu pelaporan. Maka secara teknis Peralatan Tol dirancang sebagai alat otomatisasi untuk tiga hal;

  1. deteksi dan identifikasi kendaraan, untuk  diklasifikasikan dalam golongan kendaraan
  2. transaksi sesuai tarif golongan dan mencatatnya, kemudian menyampaikan informasi transaksi (dalam bentuk resi) kepada pengguna jalan, sebagai bukti transaksi,
  3. perekaman hasil transaksi ke dalam digital datafile, untuk selanjutnya digunakan dalam pelaporan.

Selain tiga hal di atas, selebihnya dikerjakan secara manual.

Peran peralatan tol pada periode awal mirip dengan Cash Register pada kasir toko swalayan. Sedikit berbeda dalam disain karena digunakan outdoor, namun lebih sederhana dalam variasi transaksinya.

Berkembangnya kebutuhan operasional dan didukung oleh ketersediaan teknologi, peralatan tol pun berkembang. Semakin banyak aktivitas yang pada disain awal harus dikerjakan secara manual berubah menjadi otomatis. Penerapan kamera, deteksi terintegrasi (IOL), palang otomatis, dan lainnya berkontribusi dalam mengurangi aktivitas manual.

Pemicu lain yang mendorong perubahan adalah adanya regulasi yang menyebabkan munculnya banyak pelaku baru di bisnis jalan tol. Munculnya pesaing dengan sendirinya memicu peningkatan layanan yang harus beriringan dengan peningkatan efisiensi. Dan otomatisasi adalah jawabannya.

Penerapan Cashless Transaction dan penerbitan uang elektronik (eTollcard)  merupakan pemicu yang signifikan dalam mendorong perkembangan peralatan tol. Momentum ini membawa peralatan tol harus ‘bergaul’ dengan sistem di luar, antara lain sistem perbankan. Interaksi dengan sistem lain memungkinkan peralatan tol bertukar ilmu, teknologi dan pengalaman, terutama berkaitan dengan merancang ulang peran petugas. 

Disain Arsitektur Peralatan Tol saat ini.

Rancangan terbaru Sistem peralatan tol, secara garis besar  adalah seperti berikut ini.

Front End System, utamanya mengelola aktivitas transaksi. Termasuk di dalamnya eksekusi pengaturan operasional dan pencatatan transaksi  untuk selanjutnya diteruskan ke BackEnd System.

FrontEnd system terdiri dari 3 bagian seperti  berikut;

  1. Core System atau sistem inti, bagian yang mengatur dan mengendalikan seluruh aktivitas FrontEnd,
  2. Customer Side Interface, adalah bagian yang berhubungan langsung dengan pengguna jalan, mengatur dan mengendalikan berbagai aktivitas yang terkait dengan transaksi pembayaran.  
  3. BackEnd Interface, adalah bagian yang mengelola komunikasi dengan Backend, antara lain (1) mengirimkan hasil transaksi, (2) meneruskan tindakan operasional dari Backend  (3) mengirimkan  informasi status dan kondisi operasional secara realtime, dan deteksi dini (Alert) atas kejadian penting yang memerlukan respon cepat.

BackEnd System, mengelola hasil transaksi yang diterima dari Frontend meliputi penyimpanan data  ke dalam Database dan penyiapan berbagai bentuk laporan.   Backend system juga melakukan pengaturan operasional, termasuk menindak lanjuti informasi status dan kondisi yang disampaikan oleh Frontend.

BackEnd System juga terdiri dari 3 bagian, yaitu:

  1. Data Base Transaksi Tol, merupakan media penyimpanan hasil transaksi dalam format database relasional (RDBMS). Data yang ditersedia antara lain data transaksi pembayaran, pengoperasian gardu, petugas, perilaku peralatan, dll
  2. Pengendalian Operasi (Operation Control), berhubungan dengan aktifitas operasional seperti pengoperasian dan penutupan gardu tol, penjadwalan dan penempatan petugas, penanganan kejadian khusus, dan lainnya. Pengendalian operasi juga menangani status dan kondisi yang dikirim dari FrontEnd  termasuk informasi Alert, untuk ditindak lanjuti
  3. Reporting System, bagian yang mengelola penggunaan data yang tersimpan dalam Database. Aktifitas utamanya adalah pembuatan laporan tercetak (hardcopy) maupun digital, dalam berbagai bentuk dan level sesuai standar dan keperluan pengguna. Selain itu reporting system juga menyiapkan data untuk keperluan analisis dan sistem informasi eksekutif.

Implementasi Arsitektur Baru Peralatan Tol

Seperti diuraikan di atas, frontend terdiri dari Core System, Customer Side Interface, dan Backend Interface. Core System telah cukup diuraikan, berikut adalah tentang  kedua bagian lainnya. Perlu diingat, yang digambarkan disini ada diagram blok fungsional, bukan perangkat atau modul software. Setiap blok terdiri dari hardware dan software untuk menjalankan fungsi yang dimaksud.

Customer Side Interface, peran utamanya adalah bertransaksi dengan pelanggan. terdiri tiga blok yaitu blok kontrol, blok payment, dan blok informasi.

  1. Blok Kontrol. Melakukan tugas berikut :
    • Identifikasi kendaraan, dilakukan dengan tiga cara, (1) pembatasan lajur (secara manual) sehingga hanya bisa dilalui kendaraan ukuran kecil (GTO Single), (2) klasifikasi golongan secara visual (manual) oleh petugas, (3) klasifikasi golongan secara otomatis menggunakan AVC (Automatic  Vehicle Classification).
    • Perekaman, dilakukan dengan kamera yang terpasang di lajur. Perekaman dilakukan minimal dua kali untuk setiap kendaraan, yaitu rekaman pada saat transaksi dan rekaman saat deteksi. Selain itu, perekaman dilakukan juga untuk beberapa kasus khusus.
    • Penyekatan lajur, dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) traffic light pada CDP untuk menginformasikan kondisi lajur, merah bila lajur tertutup dan hijau bila lajur sudah terbuka, (2) Automatic Lane Barrier (ALB) untuk menyekat secara fisik. Penyekatan dilakukan secara otomatis bergantung kepada hasil transaksi. Kondisi awal sebelum transaksi adalah lampu traffic light menyala merah dan ALB dalam kondisi tertutup.  bila transaksi berhasil maka lampu menyala hijau dan ALB terbuka.
    • Pendeteksian Kendaraan, dilakukan dengan kombinasi dua jenis sensor deteksi, yaitu sensor magnetik (LC) dengan sensor Optik (OBS). Deteksi bekerja saat kendaraan meninggalkan lajur menandakan transaksi selesai, dikuti dengan lampu kembali merah pada taffic light dan ALB kembali menutup.
  1. Blok Payment,  Melakukan transaksi pembayaran dengan pengguna jalan. Seluruh pembayaran dilakukan dengan menggunakan uang elektronik sehingga pendapatan ditagih melalui merchant aquirer. Berikut adalah perangkat pembayaran yang tersedia saat ini  
    • Reader e-Toll, perangkat pembayaran untuk bertransaksi  dengan pengguna jalan yang menggunakan kartu pembayaran elektronik (ePayment) terbitan Bank
    • Reader ePass, adalah reader e-Toll dengan extension dapat bertransaksi jarak jauh.  Pengguna jalan harus menggunakan perangkat tambahan berupa OBU (OnBoard Unit).
    • Reader FLO, adalah alat pembaca menggunakan teknologi RFID, untuk pengguna jalan pelanggan Let It Flo.
    • Mobile Reader, adalah reader e-Toll portable yang terhubung secara wireless dengan perangkat utama, digunakan untuk bertransaksi secara mobile.
  1. Blok Informasi, mengolah dan memberikan informasi kepada pengguna jalan, terkait proses transaksi dan hasilnya. Berikut adalah perangkat yang digunakan saat ini.
    • Printer Resi, perangkat untuk menghasilkan resi tanda terima. Resi berisikan tempat dan waktu transaksi, tarif dan golongan kendaraan, saldo kartu, petugas, dan informasi lain yang diperlukan.
    • Panel Display, perangkat untuk menampilkan informasi hasil transaksi, antara lain tempat transaksi, tarif dan golongan kendaraan, saldo kartu. Panel juga menampilkan proses transaksi seperti : “tempelkan Kartu”, “Transaksi Selesai”, “Saldo tidak cukup”, “bukan Kartu tol” dll.

Backend Interface, peran utamanya adalah mengelola komunikasi dengan Backend. Bagian ini juga terdiri tiga blok yaitu blok data handling, blok pengendalian operasi (operation control), dan blok deklarasi status dan kondisi.

  1. Blok Data Handling. Meneruskan data yang berkaitan dengan transaksi ke Backend. Data yang dikirim adalah data hasil transaksi, data operasional gardu, dan data log, untuk disimpan ke dalam Database.
  1. Blok Operation Control. Mengelola komunikasi dua arah antara Frontend dengan Backend. Pengendalian operasi dilakukan di Backend. Blok ini meneruskan instruksi atau pengaturan dari backend untuk dilaksanakan oleh frontend, dan kemudian menyampaikan respons balik atas instruksi tersebut. Pengaturan operasional antara lain : penjadwalan petugas, buka-tutup gardu, buka ALB, operasi manual, dsb.
  1. Blok Deklarasi. Memonitor status dan kondisi peralatan frontend, dikirimkan ke Backend untuk ditindak lanjuti. pengiriman dilakukan secara periodik atau realtime, bergantung kepada tingkat prioritas dan urgensinya.  Hasil pantauan dikirim dalam dua kategori berikut.
    • Normal. Kategori ini menunjukkan status dan kondisi peralatan dalam kendali. Status berkaitan dengan fungsi operasional dan peralatan, kondisi berkaitan dengan kualitas atau kinerja (storage, temperatur, pengunaan memori, mutu jaringan, dll).
    • Alert/deteksi dini. Kategori ini menunjukkan adanya masalah yang mengganggu, atau berpotensi akan mengganggu.

Implementasi di Ruas JORR2 dan Jagorawi

Sistem di atas saat ini beroperasi di ruas JORR2 yang menerapkan sistem transaksi tertutup, dan dalam  persiapan di ruas Jagorawi yang menerapkan sistem transaksi terbuka.

Secara umum  Sistem peralatan tol pada ke dua ruas tersebut sama, namun detail konfigurasinya berbeda sesuai dengan kondisi yang ada pada masing-masing ruas. Perbedaan yang mempengaruhi konfigurasi antara lain  :

  1. Sistem Transaksi. JORR2 dengan Sistem  Tertutup dan Jagorawi dengan Sistem Terbuka
  2. Identifikasi kendaraan, Jagorawi menerapkan AVC, JORR2 belum menggunakan.
  3. Metode bayar. Jagorawi menerapkan eToll, ePass, Let It Flo, dan Mobile Reader. JORR2 hanya eToll.
  4. Disain Operasional, Jagorawi tersebar di setiap gerbang tol, JORR2 terpusat pada masing-masing ruas.
  5. Keterpaduan. JORR2 merupakan 3 ruas yang terintegrasi, juga terkoneksi dengan 2 ruas lain.
  6. Kompleksitas Kepemilikan, JORR2 dimiliki oleh 3 BUJT

Perbedaan di atas mempengaruhi konfigurasi peralatan yang terpasang, Hardware maupun Software, baik di sisi FrontEnd ataupun BackEnd.

Perbedaan pada Sistem Transaksi, Keterpaduan, dan kepemilikan menyebabkan perbedaan signifikan pada Aplikasi BackEnd. Namun agar lebih fokus, masalah BackEnd akan  dibahas pada tulisan lain.

Ekosistem Layanan Transaksi Tol

Workshop peralatan tol IoT Lab Jasa Marga Membahas peralatan tol seringkali yang terbayang adalah satu Selengkapnya

Tinjau Inovasi yang Dikembangkan Jasa Marga, Tim Penilai Jalan Tol Berkelanjutan Kunjungi IoT Lab

Tim Penilai Badan Pengawas Jalan Tol (BPJT) dalam rangka penilaian jalan tol berkelanjutan, Direktorat Jenderal Selengkapnya

IoTLab dan JMTO Memberikan Support Implementasi Tarif Ruas Cengkareng-Batuceper-Kunciran PT Jasamarga Kunciran Serpong (JKC)

Internet of Things Laboratory (IoTLab) PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Jasamarga Tollroad Operator Selengkapnya

5 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
4 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ahmad Amarullah
Admin
13 days ago

Mantap. Info yg bermanfaat baik untuk developer latol, para operator dan info yg menarik untuk public juga 🤗.

Kayaknya sejarah detail perkembangan/evolusi peralatan tol juga menarik pak. Kayaknya pak punto punya banyak kenangan yg berkesan yg bisa dibagikan nih…

Randy
Randy
12 days ago

Sharing yang menarik, ditulis dengan rapih dan terstruktur jadi enak bacanya. Ditunggu sharing-sharing berikutnya ya Pak Punto 🙂