Dark Mode
Social Media
https://www.jmiot.org/wp-content/uploads/2021/11/lattol.jpgTol

6 komentar 89 viewoleh dalam Artikel, Design, Jasamarga, Tol

Membahas peralatan tol seringkali yang terbayang adalah satu set perangkat elektronik, hardware dan software, yang digunakan untuk melakukan rangkaian kegiatan transaksi tol.

Pemikiran itu tidak salah. Pada awal dibuat dan diimplemetasikan, Peralatan Tol dirancang sebagai alat pelayanan pada pengguna jalan, alat kontrol transaksi, dan alat bantu pelaporan bagi petugas.

Namun perkembangan peran Peralatan Tol saat ini jauh berbeda. Ia dituntut untuk mengambil alih berbagai proses yang sebelumnya dilakukan secara manual. Ia juga harus mampu terintegrasi atau berinteraksi dengan sistem lain seperti perbankan dan berbagai sistem pembayaran. Pada akhirnya peralatan tol juga harus menjadi agen perubahan dalam transformasi digital.

Dalam kondisi saat ini, Sistem Peralatan Tol tepatnya adalah komponen dari ekosistem Layanan Transaksi Tol Elektronik (ETC).

Sebagai komponen sebuah ekosistem, peralatan tol tidak berdiri sendiri. Ia bergantung kepada user yang mengkonsumsi atau memanfaatkan produknya. selain itu ia juga memerlukan support sebagai input untuk dapat hidup, bertahan dan menghasilkan manfaat bagi penggunanya.

Berikut adalah komponen utama dalam ekosistem Layanan Transaksi Tol

Secara sederhana,  komponen Sistem Peralatan Tol merupakan Engine yang menghidupi dan menggerakkan ekosistem Layanan Transaksi.

Proses layanannya sendiri dikelola oleh komponen Operasional Layanan Transaksi, untuk menghasilkan produk berupa layanan pada stakeholder, yaitu ; (1) bagi  Konsumen, berupa Layanan transaksi pembayaran, (2) bagi Pemilik, berupa kontrol pendapatan tol, beban lalulintas, dan kinerja peralatan tol sebagai feedback, (3) bagi Pemerintah, berupa pemenuhan standar layanan yang ditetapkan.

Sebagai Engine atau Main processor dari ekosistem, Sistem peralatan Tol harus stabil dan andal. Untuk itu komponen Maintenance & Support mengelola berbagai aktifitas untuk menjaga stabilitas dan keandalan dari Sistem. Berdasarkan hasil pemodelan pemeliharaan dan feedback dari Operasional Layanan Transaksi,  Maintenance & Support melakukan aktifitas perawatan rutin, penggantian terencana, dan berbagai tindakan perbaikan yang diperlukan.

Implementasi Peralatan Tol Jasa Marga

Peralatan Tol sebagai komponen ekosistem Layanan Transaksi Tol saat ini diimplementasikan oleh Jasa Marga melalui JMTO di ruas JORR2 dan Jagorawi, dengan Software yang dikembangkan melalui IoT Lab. Komponen  lengkap sistem yang diimplementasikan pada dua ruas ini dapat dilihat pada gambar berikut.

Settlement dengan Bank/Issuer

Sebagai implikasi dari penerapan pembayaran elektronik maka BUJT, termasuk Jasa Marga,  tidak lagi menerima pendapatan tunai. Seluruh pendapatan tol tercatat pada rekening bank penerbit kartu. Untuk keperluan kliring dan klaim pendapatan, sistem peralatan tol berinteraksi dengan sistem pembayaran dari setiap bank penerbit. Saat ini proses settlement dengan penerbit dilakukan oleh  Jasa Marga sendiri melalui JMTO, sehingga sistem peralatan tol hanya perlu berhubungan  dengan Settlement Monitoring Tools (SMT) yang ditangani oleh JMTO.

Realtime Monitoring Tools dan Alert System

Pengoperasian layanan transaksi membutuhkan respon yang cepat. Setiap kejadian yang berpotensi mengganggu aktifitas operasional harus segera diketahui agar segera dapat ditangani. Untuk memenuhi kebutuhan itu Realtime monitoring tools diimplementasikan. Melalui tools ini setiap kerusakan, gangguan fungsi peralatan, atau kejadian operasional yang berpotensi mengganggu dikirimkan secara otomatis kepada unit atau personil yang bertanggung jawab, sesuai priorritasnya.

Dukungan Pemeliharaan

Sebelum implementasi JORR2, dukungan pemeliharaan dilakukan oleh vendor pemasok sistem (manage service). ketika JMTO beralih sebagai penanggung jawab layanan transaksi tol, maka muncul masalah ketersediaan personil yang kompeten untuk melaksanakan pemeliharaan. Di sisi lain JMTO memilki banyak personil eks Customer Sevice/Pengumpul tol yang harus ditempatkan. Untuk mengisi kekosongan tersebut, dilakukan program Competency Shifting dengan memberikan pengetahuan dan ketrampilan pemeliharaan peralatan tol yang diperlukan untuk menjadi teknisi peralatan tol.

Peran IOT Lab Jasa Marga

IOT Lab pada dasarnya bekerja pada lingkup riset dan pengembangan prototipe, namun dalam membangun ekosistem Layanan Transaksi Tol,  IOT Lab bekerja lebih jauh ke hilir. IOT Lab mengerjakan mulai dari Arsitektur dan rancangan sistem hingga pelatihan maintenance support.

Di Sisi peralatan tol, IOT berperan dalam membangun arsitektur dan rancangan sistem, pengembangan software, hingga instalasi di lapangan.

Di sisi dukungan pemeliharaan, IOT berperan dalam mengembangkan tools pemeliharan dan  memberikan pelatihan meliputi pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman.

Dalam lingkup peralatan tol, yang dilakukan IOT Lab semata mata untuk mengembalikan kompetensi Jasa Marga di bidang teknologi sebagai bekal dalam melakukan transformasi digital.

Punto Kumoro, nov - 2021

Mobile Reader Development – Part 1

https://www.youtube.com/watch?v=Khd7TJZJI4A Untuk menunjang kebutuhan IoT Lab Jasa Marga dalam peningkatan keterampilan dan pengetahuan personil developer Selengkapnya

Deployment Ruas Tol JORR2: Cinere-Serpong dan Kunciran-Cengkareng

Pada bulan April ini tim peralatan tol IOT Lab Jasa Marga diberikan amanat untuk melakukan Selengkapnya

Tinjau Inovasi yang Dikembangkan Jasa Marga, Tim Penilai Jalan Tol Berkelanjutan Kunjungi IoT Lab

Tim Penilai Badan Pengawas Jalan Tol (BPJT) dalam rangka penilaian jalan tol berkelanjutan, Direktorat Jenderal Selengkapnya

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
6 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Idham Triyunanto
Idham Triyunanto
23 days ago

Terima kasih pencerahannya pak punto…

Ahmad Amarullah
Admin
23 days ago

Mantap Artikelnya pak,… Ditunggu pencerahan-pencerahan lainnya… 😊👌

krisna
krisna
21 days ago

mantap pak Punto